38 Medali, Satu Nama: Santri Azzanjabil Tampil Gemilang di Arena Tapak Suci
Bireuen — Azzanjabil kembali menunjukkan taringnya di gelanggang perang. Tampil sebagai tuan rumah sekaligus peserta, santri Dayah Terpadu Jami’ah Azzanjabil tampil gemilang pada Azzanjabil Championship of Tapak Suci (ACTS) 2026 Bireuen Premier, dengan mengantongi puluhan medali dari 22 kelas yang dipertandingkan. Kejuaraan ini berlangsung selama tiga hari dan resmi ditutup pada Senin (14/9/2026).
Pencapaian Azzanjabil tidak hanya terlihat dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari luasnya jangkauan prestasi. Dari 22 kelas yang dipertandingkan, santri Azzanjabil berhasil mengirimkan wakil hingga partai final di 15 kelas. Capaian ini menunjukkan bahwa kekuatan kontingen tidak bertumpu pada satu-dua pesilat saja, melainkan tersebar di berbagai kelompok usia dan kelas pertandingan.
Di gelar juara pertama, Azzanjabil berhasil meraih delapan medali emas, yaitu:
- Asyraf Laksana (Medali Emas Pra Remaja A Putra)
- Rifqi Aulia (Medali Emas Pra Remaja C Putra)
- Rahmat Herfa Octa (Medali Emas Remaja B Putra)
- Sultan Alif Pasya (Medali Emas Remaja C Putra)
- Muhammad Afdhal (Medali Emas Remaja F Putra)
- Irham Taufiq (Medali Emas Kelas Bebas/Over Putra)
- Insyirah Ramadhani (Medali Emas Pra Remaja C Putri)
- Jihan Nabila (Medali Emas Remaja A Putri)
Sementara itu, tujuh santri lainnya Muhammad Fais, Muhammad Rayyan, Rijalul Fikri, Hafidzah Rafiqa, Dini Rifani, Syifa Fazila, dan Natania Denia berhasil mengamankan posisi runner-up di kelas masing-masing. Sejumlah pesilat putra putri lainnya turut mengisi posisi ketiga bahkan menjadi satu-satunya kontingen yang mengoleksi puluhan medali perenggu pada ajang tersebut.
Pelatih Tapak Suci Azzanjabil, Ust. Muhammad Ridwan, menilai hasil ACTS 2026 sebagai buah dari proses latihan yang terus dibangun sekaligus bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Menurutnya, keberhasilan menembus banyak partai final menjadi indikator positif, tetapi masih ada berbagai aspek yang harus diperbaiki, terutama teknik, fisik, mental bertanding, dan kedisiplinan dalam menjalankan strategi.
“Hasil ini kita syukuri, tetapi tidak boleh membuat kita cepat puas. Masuk final di banyak kelas menunjukkan bahwa anak-anak punya potensi. Sekarang tugas kami adalah mengevaluasi kekurangan mereka dan meningkatkan kualitas latihan agar pada pertandingan berikutnya mereka bisa tampil lebih matang,” ujar Muhammad Ridwan.
Gelanggang ACTS 2026 telah ditutup. Namun bagi para pendekar muda Azzanjabil, perjalanan belum selesai. Medali adalah hasil dari sebuah proses; sementara proses pembinaanlah yang akan menentukan seberapa jauh mereka mampu melangkah pada gelanggang yang lebih besar.