DAYAH TERPADU JAMI’AH AZZANJABIL

DAYAH TERPADU JAMI’AH AZZANJABIL

Jl. Lhok Jambee, Buket Teukueh, Kota Juang - Bireuen, Aceh
Daftar PSB
Beranda Pengumuman Fasilitas Galeri Daftar PSB
OSDA Studi Banding Ke Pesantren Modern Al Manar, Belajar Budaya dan Pengelolaan Organisasi Santri
Dayah

OSDA Studi Banding Ke Pesantren Modern Al Manar, Belajar Budaya dan Pengelolaan Organisasi Santri

31 August 2026 Super Administrator 86 dilihat

Aceh Besar - Organisasi Santri Dayah Azzanjabil (OSDA) Dayah Terpadu Jami’ah Azzanjabil melaksanakan studi banding ke Pesantren Modern Al Manar pada Kamis (27/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OSDA memperluas wawasan organisasi, membangun jejaring antarpesantren, serta mempelajari praktik-praktik baik dalam pengelolaan kehidupan dan organisasi santri.

Rombongan OSDA tiba di Pesantren Modern Al Manar pada Kamis sore dan disambut oleh Kabid Pengasuhan Santri Al Manar Ust. Effendi, Kabag Tata Usaha Al Manar Ust. Safrijal Ahmad, Kabag. Bahasa dan Luar Negeri Al Manar Ust. Ridho, beserta jajaran guru lainnya. Setelah acara penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah.

Suasana persahabatan kemudian semakin terasa melalui pertandingan sepak bola persahabatan antara OSPA Al Manar dan OSDA Azzanjabil yang berlangsung pada pukul 16.30 WIB. Pertandingan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan silaturahmi antarsantri dari kedua lembaga.

Usai pertandingan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib, makan malam bersama di Pesantren Modern Al Manar, kemudian salat Isya.

Dialog Pimpinan dan Pertukaran Pengalaman

Pada pukul 21.00 WIB, berlangsung pertemuan antara Pimpinan Dayah Terpadu Jami’ah Azzanjabil Abiya Muhammad Najid Akhtiar dan Pimpinan Pesantren Modern Al Manar Ust. Ikhram Muhammad Amin. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pimpinan untuk bertukar pandangan mengenai pendidikan pesantren, pembinaan santri, serta pengembangan organisasi dan budaya kehidupan santri.

Tidak sedikit pula muncul pertanyaan-pertanyaan dan komentar yang lahir dari para guru Azzanjabil yang hadir; Ust. Pinda, Usth. Ira, Usth. Aulia, Ust. Asraddin, Ust. Ari, Usth. Zian dan Ust. Marsa.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan pertukaran cenderamata antara Pimpinan Dayah Terpadu Jami’ah Azzanjabil dan Pimpinan Pesantren Modern Al Manar sebagai simbol persahabatan dan penghormatan antara kedua lembaga.

Diskusi OSPA dan OSDA

Di masa yang sama, tepatnya di Aula Penyambutan, para santri melanjutkan agendanya dengan pertemuan dan diskusi antara OSPA Al Manar dan OSDA Azzanjabil.

Forum tersebut menjadi salah satu agenda utama studi banding. Para pengurus kedua organisasi berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi santri, program kerja, pembinaan anggota, kedisiplinan, kaderisasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan amanah organisasi.

Melalui forum tersebut, pengurus OSDA tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai sistem yang diterapkan di Al Manar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdialog langsung dengan para pengurus OSPA mengenai pengalaman mereka dalam mengelola organisasi.

Pimpinan Azzanjabil Hadir dalam Podcast Media Al Manar

Rangkaian kegiatan berlanjut pada pukul 23.00 WIB melalui sesi podcast bersama Abiya Zanjabil dan beberapa pengurus OSDA yang disiarkan melalui saluran media Pesantren Modern Al Manar.

Dalam podcast tersebut, Abiya Zanjabil dan pengurus OSDA berbagi pandangan serta pengalaman mengenai berbagai hal, mulai dari dayah, organisasi, kegiatan sehari-hari hingga filosofi berkehidupan.

Kehadiran dalam podcast tersebut menjadi bagian menarik dari rangkaian studi banding karena membuka ruang pertukaran gagasan yang tidak hanya berlangsung secara internal, tetapi juga dapat dikenalkan kepada khalayak melalui kanal media Al Manar.

Merasakan Kehidupan Pesantren Secara Langsung

Salah satu hal yang membedakan studi banding ke Al Manar dari kunjungan biasa adalah kesempatan bagi rombongan OSDA untuk bermalam di lingkungan pesantren.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 00.00 WIB, para peserta beristirahat dan menginap di Pesantren Modern Al Manar. Keesokan harinya, Jumat (28/8), kegiatan diawali dengan salat Subuh pada pukul 05.00 WIB dan dilanjutkan dengan sarapan bersama pada pukul 07.00 WIB.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan OSDA Azzanjabil meninggalkan Pesantren Modern Al Manar pada pukul 08.30 WIB.

Bermalam di lingkungan pesantren memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta. Mereka tidak hanya datang untuk melihat sistem dari luar, tetapi juga memperoleh kesempatan merasakan suasana kehidupan pesantren, berinteraksi dengan santri, serta membangun kedekatan dengan organisasi santri yang menjadi mitra studi banding.

Membawa Pulang Pelajaran, Bukan Sekadar Kenangan

Studi banding bagi OSDA bukan sekadar sebagai kegiatan kunjungan, tetapi sebagai proses pembelajaran dan evaluasi organisasi.

Setiap peserta diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai praktik baik yang ditemukan selama kunjungan, memahami hal-hal yang belum dimiliki OSDA, serta memilah sistem yang relevan untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakter Azzanjabil.

Muhammad Awis Qarni, selaku Sekretaris OSDA Putra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para pengurus OSDA.

"Sistem yang diterapkan di Al Manar sangat mengagumkan. Yang lebih menarik adalah, bagaimana peraturan pesantren berpusat pada pengurus OSPA, sehingga para guru bisa lebih fokus dalam membina dan mendidik santri."

Sementara itu, Sekretaris Dayah Usth. Nabilatur Rahmah menyampaikan apresiasi kepada pihak Pesantren Modern Al Manar atas sambutan dan keterbukaan dalam menerima rombongan OSDA Azzanjabil.

"Sambutan dan khidmah yang dinampakkan oleh Al Manar melebihi ekspektasi kami sebagai tamu. Jumlah kami tidak kurang dari seratus orang, tapi Al Manar telah menunjukkan kelasnya. Mulai dari penginapan sampai ke makan-makan, kami merasa sangat betah di pesantren ini."

Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat menanamkan budaya belajar di kalangan pengurus OSDA: melihat yang baik, memahami sistemnya, mengambil pelajarannya, lalu mengadaptasinya menjadi sesuatu yang lebih sesuai dengan kebutuhan Azzanjabil.

Lebih dari sekadar perjalanan satu hari satu malam, kunjungan ke Pesantren Modern Al Manar menjadi ruang untuk memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat perbaikan dalam organisasi santri Azzanjabil.