DAYAH TERPADU JAMI’AH AZZANJABIL

DAYAH TERPADU JAMI’AH AZZANJABIL

Jl. Lhok Jambee, Buket Teukueh, Kota Juang - Bireuen, Aceh
Daftar PSB
Beranda Pengumuman Fasilitas Galeri Daftar PSB
Studi Banding dan Kunjungan Akademik OSDA 2026: Belajar, Bersilaturahmi, dan Memperluas Wawasan
Dayah

Studi Banding dan Kunjungan Akademik OSDA 2026: Belajar, Bersilaturahmi, dan Memperluas Wawasan

02 September 2026 Super Administrator 79 dilihat

Banda Aceh — Organisasi Santri Dayah Azzanjabil (OSDA) Dayah Terpadu Jami’ah Azzanjabil melaksanakan Studi Banding dan Kunjungan Akademik OSDA Tahun 2026 pada 27–28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan organisasi dan pengembangan wawasan santri melalui kunjungan langsung ke sejumlah lembaga pendidikan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan pembelajaran di luar lingkungan Azzanjabil.

Rombongan OSDA dipimpin oleh Pimpinan Pusat OSDA atau yang dikenal dengan Bagian Harian, terdiri atas Ketua OSDA Putra Teuku Banta Khairullah, Sekretaris OSDA Putra Muhammad Awis Qarni, dan Bendahara OSDA Putra Muhammad Afdhal Faisal. Sementara dari OSDA Putri, rombongan dipimpin oleh Ketua OSDA Putri Syifa Elvaretta, Sekretaris OSDA Putri Kasih Dwi Kirana, dan Bendahara OSDA Putri Nailul Fitri.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan didampingi oleh sejumlah dewan guru, yaitu Abiya Muhammad Najid Akhtiar selaku Pimpinan Dayah, Ust. Maulia Pinda selaku Kabid. Pengasuhan Santri Putra, Usth. Ira Zulfia selaku Kabid. Pengasuhan Santri Putri, Usth. Aulia Rahmah selaku Kepala MA, Usth. Nabilatur Rahmah selaku Sekretaris Dayah, Ust. Ari Hermawan selaku Wakil Sekretaris Dayah, Ust. Asraddin selaku Wakil Kepala Kesiswaan MTs, Usth. Zian Hasina selaku Wali Kelas Akhir, serta Ust. Marsa Wajdi.

Rombongan berangkat pada Kamis (27/8) pukul 00.00 WIB dan mengawali perjalanan dengan salat Subuh di rest area Tol Sibanceh, dilanjutkan sarapan di Family Resto, Aneuk Galong.

Belajar dari Dayah Insan Qurani

Agenda pertama dilaksanakan di Dayah Insan Qurani pada pukul 09.00–12.00 WIB. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi pengurus OSDA untuk mengenal lebih dekat pengelolaan organisasi santri, pembinaan, kedisiplinan, serta berbagai praktik yang diterapkan dalam kehidupan pesantren.

Selain memperoleh informasi dan pengalaman baru, kunjungan tersebut juga mempererat hubungan silaturahmi antara Azzanjabil dan Dayah Insan Qurani.

Setelah meninggalkan Insan Qurani, rombongan melanjutkan perjalanan dan singgah untuk salat Zuhur serta makan siang di Ulee Kareng sebelum menuju Pesantren Modern Al Manar.

Menginap dan Berinteraksi di Pesantren Modern Al Manar

Rombongan tiba di Pesantren Modern Al Manar pada pukul 15.00 WIB. Setelah salat Asar, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan sepak bola persahabatan antara OSDA Azzanjabil dan OSPA Al Manar. Dalam pertandingan tersebut, Azzanjabil berhasil meraih kemenangan dengan skor 2–1.

Malam harinya, setelah salat Magrib, makan malam, dan salat Isya, berlangsung pertemuan antara pimpinan dan dewan guru Azzanjabil dengan pimpinan Pesantren Modern Al Manar. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pendidikan, pengasuhan, dan pengelolaan kehidupan santri. Kedua pimpinan juga melakukan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan dan silaturahmi kedua lembaga.

Pada malam yang sama, pengurus OSPA dan OSDA melaksanakan diskusi bersama untuk berbagi pengalaman mengenai organisasi santri, program kerja, kaderisasi, kedisiplinan, dan berbagai tantangan dalam menjalankan amanah organisasi.

Rangkaian malam tersebut juga diisi dengan podcast pimpinan Azzanjabil bersama beberapa pengurus OSDA melalui kanal media Al Manar. Setelah seluruh agenda selesai, rombongan beristirahat dan bermalam di Al Manar.

Mengenal Dunia Perguruan Tinggi di UIN Ar-Raniry

Pada Jumat (28/8), rombongan melanjutkan perjalanan menuju UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk mengikuti kunjungan akademik pukul 09.00–12.00 WIB.

Rombongan disambut oleh perwakilan pimpinan UIN Ar-Raniry, Prof. Syafrilsyah, bersama Koordinator Admisi Muammar Yulian serta tim admisi Zulaikha dan Hardiansyah. Para santri mendapatkan informasi mengenai dunia perguruan tinggi, penerimaan mahasiswa baru, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan.

Dalam sambutannya, Abiya Zanjabil menegaskan bahwa hubungan Azzanjabil dengan UIN Ar-Raniry memiliki akar sejarah yang panjang.

«“Sedikit banyak, ilmu yang kita miliki hari ini juga merupakan bagian dari sanad keilmuan yang sambung-menyambung. Karena itu, tidak berlebihan jika kita menyebut UIN Ar-Raniry dan Azzanjabil sebagai meutaloe wareh—memiliki hubungan yang dekat dan berkesinambungan.”»

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, makan siang, dan kegiatan rekreatif di Wisata Impian Malaka. Rombongan meninggalkan lokasi pada pukul 18.00 WIB dan melanjutkan perjalanan pulang. Setelah singgah di Samahani, rombongan melaksanakan salat Magrib dan Isya secara jamak di Padang Tiji sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bireuen.

Pesan dan Kesan Pendamping

Ust. Maulia Pinda, Kabid. Pengasuhan Santri Putra, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman penting bagi santri untuk belajar secara langsung dari lingkungan di luar Azzanjabil.

“Studi banding ini harapnya membuka mata anak-anak bahwa banyak hal yang bisa dipelajari dari lembaga lain. Yang paling penting bukan sekadar melihat perbedaan, tetapi belajar mengambil hal-hal baik dan membawanya pulang untuk menjadi bahan perbaikan OSDA."

Sementara itu, Usth. Aulia Rahmah, Kepala MA Azzanjabil, melihat kegiatan tersebut sebagai pengalaman yang turut melatih kemandirian dan kedewasaan santri.

“Kesan saya, anak-anak mendapatkan pengalaman yang sangat lengkap: belajar, berdiskusi, bersilaturahmi, berolahraga, sampai merasakan kehidupan di pesantren lain. Perjalanan ini mengajarkan mereka untuk lebih terbuka, mandiri, dan menghargai setiap pengalaman yang mereka dapatkan.”

Usth. Ira Zulfia, Kabid. Pengasuhan Santri Putri, menilai kunjungan akademik ke UIN Ar-Raniry memberikan perspektif penting bagi santri kelas akhir dalam menentukan langkah pendidikan berikutnya.

“Anak-anak perlu melihat bahwa setelah lulus dari Azzanjabil, perjalanan pendidikan mereka masih panjang. Dengan melihat langsung dunia perguruan tinggi dan berdialog dengan pihak kampus, mereka diharapkan mulai memiliki gambaran tentang cita-cita, pilihan studi, dan persiapan yang harus dilakukan sejak sekarang.”

Melalui kegiatan ini, OSDA diharapkan tidak hanya membawa pulang kenangan perjalanan, tetapi juga wawasan, inspirasi, relasi, dan catatan perbaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi dan pembinaan santri di Azzanjabil.

*Tim Media Azzanjabil